Sabtu, 06 Agustus 2022

SDN SEKARDANGAN BERPARTISIPASI DALAM PEMBUKAN PESTA PRASIAGA DI ALUN-ALUN SIDOARJO

             Hari ini di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu 06 Agustus 2022, dipenuhi adik-adik anggota pramuka prasiaga. Alun-alun kebanggaan warga Sidoarjo ini dipadati oleh lebih dari 1.000 prasiaga bersama ayah ibundanya. Kegiatan dalam rangka memeriahkan Pesta Prasiaga ini mengambil tema Sehat, Cerdas dan Ceria. Kegiatan ini bertujuan menyambut Hari Pramuka ke 61. Acara dibuka oleh ketua harian Kwatir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo Kak Dr. H Mustain Baladan M.Pd I yang menyampaikan penekanan terhadap kegiatan pramuka yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan atau mengembirakan terutama pada tingkatan prasiaga. 

wajah senang anak-anak SDN Sekardangan mengikuti kegiatan

            Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd yang sekaligus sebagai wakil ketua Kwatir Cabang Pembinaan anggota muda yang ikut mendukung dan memberikan semangat bagi terlaksannya kegiatan pesta prasiaga kali ini. 

            Adik-adik SD Negeri Sekardangan turut serta dalam memeriahkan acara ini dengan melakukan gebyar semaphore. Berikut cuplikan semangat adek-adek siaga SD Negeri Sekardangan dalam memeriahkan acara ini. 




 



Kamis, 21 Juli 2022

MPLS SDN SEKARDANGAN TAHUN 2022/2023

         Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah atau disebut MPLS adalah memperkenalkan para siswa baru atau kelas 1 pada semua hal yang berhubungan dengan sekolah. Perkenalan ini mencangkup mengenal lebih dekat Bapak/Ibu guru dan para staf karyawan yang bekerja di lingkungan SD Negeri Sekardangan. Selain itu kegiatan ini juga mengcangkup perkenalan kelas 1 terhadap kakak atau siswa kelas 2, 3, 4, 5 dan 6. Mengenal tata letak bangunan sekolah juga menjadi salah satu agenda kegiatan ini. Tidak lupa pula perkenalan terhadap kegiatan ekstra sekolah melalui demontrasi langsung. Demontrasi langsung ini diharapkan dapat menarik kegiatan siswa untuk mengikuti kegiatan ekstra. Keseruan kegiatan MPLS ini dapat dilihat dalam kanal youtube SD Negeri Sekardangan berikut.




 

Jumat, 10 Juni 2022

Demonstrasi Kontekstual

3.3.a.7 Demonstrasi Kontekstual 

Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid



1. Rancangan program 

                                                                                                  GIAT JUM’AT BERSIH

Sekolah Dasar Negeri Sekardangan merupakan Sekolah Berkarakter dan Ramah Anak. Sekolah kami juga pernah mengikuti Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten mewakili Kecamatan Sidoarjo..Dengan berlatar belakang tersebut,saya ingin merencanakan program yang berdampak pada kepemimpinan siswa, Sebuah program yang sebenarnya sudah pernah dilaksanakan tiga tahun yang lalu, tapi karena adanya pandemi program tersebut belum dilaksanakan kembali. Pada kesempatan ini saya ingin memulai lagi program yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan warga sekolah yaitu Giat Jumat Bersih.

2. Tujuan Program

Giat jum’at bersih ini adalah sebuah program ko-kurikuler yang selain memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan merawat lingkungan, namun juga menciptakan interaksi yang positif antar murid dan warga sekolah. Melalui program ini juga diharapkan dapat terwujud suasana belajar yang aman,nyaman dan menyehatkan.

3. Tahapan Bagja

DASAR FILOSOFI KHD 

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).

POIN/KOMPONEN PROFIL PELAJAR PANCASILA YANG DIKEMBANGKAN antara lain :

  1. Mampu bergotong royong. Kepemimpinan murid memungkinkan murid  untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas.
  2. Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid mengembangkan berbagai sikap-sikap positif yang merupakan pengejawantahan dari iman, ketakwaan dan akhlak mulia.
  3. Berkebinekaan global. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan melatih murid-murid kita untuk memiliki pemikiran dan wawasan yang terbuka.
  4. Dapat    berpikir    kritis.    Menumbuhkembangkan    kepemimpinan    murid mendorong murid untuk memiliki kemampuan berpikir kritis karena mereka akan belajar untuk   membuat pilihan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab


KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PENDUKUNG TUMBUHNYA KEPEMIMPINAN MURID YANG AKAN DIKEMBANGKAN

1. Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya.

2. Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana.

3. Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademiknya.


PRAKARSA PERUBAHAN

Giat Jum'at Bersih mengembangkan keterampilan merawat lingkungan dan menciptakan interaksi yang positif antar murid dan warga sekolah

B-A-G-J-A

BUAT PERTANYAAN

Bagaimana kita dapat mengembangkan keterampilan merawat lingkungan dan menciptakan interaksi yang positif antar murid dan warga sekolah?

AMBIL PELAJARAN

  1. Kebiasaan siswa menjaga kebersihan dan merawat lingkungan hanya terbatas pada lingkungan kelasnya masing-masing
  2. Kurangnya interaksi positif teman antar kelas
  3. Menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan sekolah

GALI MIMPI

Giat Jum’at Bersih ini diharapkan menjadi Budaya Positif bagi seluruh warga sekolah

JABARKAN RENCANA sesuai dengan Pengelolaan program yang berdampak pada murid

  1. Memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya,berpendapat,dan berdiskusi tentang kebersihan sekolah dan rencana kegiatan Jumat bersih (SUARA)
  2. Memberikan kesempatan kepada murid untuk membawa alat kebersihan masing-masing dari rumah (PILIHAN)
  3. Memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih peran misalnya tempat mana yang akan mereka bersihkan terlebih dahulu secara berkelompok (PILIHAN)
  4. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengatur dan menata taman kelas ataupun lingkungan sekolah (KEPEMILIKAN)

ATUR EKSEKUSI

  1. Program ini terjadwal secara bergantian dimana satu minggu sekali murid di kelas 1,2,3 melaksanakan Giat Jumat bersih ini pada minggu pertama dan ketiga. Sedangkan untuk murid di kelas 4,5,6 melaksanakan Giat Jumat Bersih ini pada minggu kedua dan keempat.
  2. Giat Jumat Bersih ini dilaksanakan secara rutin bersama semua warga sekolah selama 30 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
  3. Penanggung jawab Giat Jumat Bersih adalah Guru

ASET/KEKUATAN/SUMBER DAYA YANG DAPAT DIMANFAATKAN

  1. Alat kebersihan
  2. Murid-murid
  3. Orang tua murid
  4. Lingkungan sekolah
  5. Taman/tanaman
  6. Gedung sekolah
  7. Kebijakan sekolah
  8. Kepala sekolah
  9. Guru dan semua warga sekolah
Oleh :
Nur Indahyanti, S.Pd. SD
Guru SDN Sekardangan
CGP Kabupaten Sidoarjo

Rabu, 08 Juni 2022

SENANG MEMBACA DI SEKOLAHKU

         Membaca adalah jendela dunia. Sebagian besar Informasi yang kita butuhkan juga di dapat dari membaca. Bagi siswa sekolah membaca adalah rutinitas sehari-hari yang dilakukan di sekolah. kegiatan membaca yang menyenangkan akan menjadi motivasi siswa untuk selalu senang dengan kegiatan ini. SDN Sekardangan, bersama Perpustakan daerah mengadakan kegiatan membaca menyenangkan dengan perpustakaan kelilingnya. Mari senang membaca😀


 

Jumat, 20 Mei 2022

SEJARAH SINGKAT PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL



https://www.instagram.com/p/CdwunPvJchB/?igshid=YmMyMTA2M2Y=


Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional atau biasa yang disebut ( HARKITNAS ), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang di tandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Harkitnas kali ini mengusung " Indonesia Bangkit " 

Pada awal berdirinya, organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo. dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan jawa. Anggota Boedi Oetomo terdiri dari kalangan atas suku jawa dan madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan Nasoinalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya perang dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah Kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

Dalam perjuanganya di bidang politik, Boedi Oetomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat ( Volksraad ). usul Boedi Oetomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Boedi Oetomo, yaitu Suratmo Suryokusomo. Menyadari arti penting organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Oetomo mulai menerima anggota dari masyarkat biasa. Dengan bergabungnya rakyat biasa ini, menjadikan Boedi Oetomo menjadi sebuah organisasi pergerakan rakyat dengan ditandai oleh pemogokan kaum buruh untuk menuntut kehidupan yang lebih baik.

Sejak tahun 1930, Boedi Oetomo membuka keanggotaannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan seiring waktu, dalam bidang politik Boedi Oetomo mempunyai cita - cita untuk membuat Indonesia merdeka. Dengan hal ini Boedi Oetomo berubah menjadi sebuah organisasi dengan tujuan nasionalisme.

Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia tersebut, pada tahun 1935, Boedi Oetomo bergabung dengan Partai Bangsa Indonesia ( PBI ) yang didirikan oleh Dr.Soetomo. kemudian dari dua organisasi ini melebur menjadi satu dalam partai Indonesia Raya ( Parindra ) yang diketuai Dr. Soetomo.

Namun menurut beberapa sumber, Kebangkitan Nasional sebenarnya berawal dari berdirinya Sarekat dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi sarekat Islam.

Untuk memperingatinya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo yakni 20 Mei 1908, di Peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

|Artikel ini di kutip dari berbagai sumber

Jumat, 13 Mei 2022

Upacara HARDIKNAS 2022

 



SD Negeri Sekardangan pada hari Jum'at, 13 Mei 2022 melaksanakan kegiatan upacara HARDIKNAS. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa kelas VI. Bapak dan ibu guru bertindak sebagai petugas upacara mengenakan pakaian adat. Siswa sebagai peserta upacara juga ikut menggunakan pakaian adat. Upacara yang berlangsung dengan tertib dan khusyuk ini bertujuan memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Pada tahun ini, tanggal 2 Mei bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, sehingga upacara peringatan HARDIKNAS dilaksanakan pada tanggal 13 Mei. Upacara Hardiknas di SD Negeri Sekardangan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran Bapak Menteri.

Senin, 09 Mei 2022

Halal bihalal SDN Sekardangan 1443 H

 https://youtu.be/gjBV1_1Ptx8 

Memperat hubungan tali persaudaraan diantara warga SDN Sekardangan. Semoga kegiatan ini menjadi Istiqomah untuk tahun ke depannya.

Minggu, 24 April 2022

Kegiatan Zakat Fitrah di SDN Sekardangan

 Zakat Fitrah adalah zakat pribadi yang diwajibkan atas diri setiap Muslim yang memiliki syarat-syarat tertentu yang ditunaikan pada bulan Ramadhan sampai menjelang shalat Idul Fitri yang berfungsi untuk membersihkan diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat selama bulan puasa. SD Negeri Sekardangan melaksanakan kegiatan penerimaan dan penyaluran zakat fitrah untuk siswanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah

  1. Melaksanakan perintah Allah SWT
  2. Memperbaiki perbuatan buruk yang telah dilakukan
  3. Membagi kebahagiaan kepada orang yang membutuhkan
  4. Sebagai sarana pembelajaran dan memperdalam iman bagi siswa

Kamis, 21 April 2022

Modul 3.1.a.9 Koneksi Antar Materi 

Pengambilan Keputusan 

sebagai Pemimpin Pembelajaran

Assalamualaikum wr.wb.

Perkenalkan nama saya Nur Indahyanti,S.Pd.SD Calon Guru Penggerak Angkatan 4 dari SD NegerI Sekardangan Kabupaten Sidoarjo. Dalam tulisan ini perkenankan saya membahas tentang Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.9 terkait Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Dalam Tugas ini terdapat 10 pertanyaan yang akan saya coba membahasnya satu persatu.

  1. 1.   Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

     Menurut Ki Hajar Dewantara tujuan pendidikan adalah proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

     KHD berpandangan, seorang pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak, serta memiliki kemampuan dalam menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Guru hanya mengarahkan bagaimana murid berkembang sesuai karakter, keunikan serta memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya.

     Berdasarkan pandangan KHD terkait Pratap Triloka yang dikenal dengan semboyannya ing ngarso sung tuladha yang diartikan  sebagai seorang pemimpin dalam hal ini guru hendaknya mampu memberikan contoh/tauladan yang baik kepada muridnya, ing madya mangun karsa yang diartikan bahwa seorang pemimpin  mampu membangun karsa/kemauan atau pemberi semangat/motivasi,  dan Tut wuri Handayani yang artinya seorang pemimpin mampu memberikan dukungan, arahan, dan semangat kepada muridnya. Berdasarkan hal tersebut di atas guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat dan bijaksana serta berpihak kepada murid yang merupakan subyek dalam sistem pendidikan.

  1. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Disadari atau tidak setiap individu termasuk juga guru memiliki nilai-nilai kebajikan yang sudah tertanam dalam dirinya. Nilai-nilai yang sifatnya berupa kebajikan universal meliputi hal-hal seperti keadilan, tanggung jawab, kejujuran, bersyukur, lurus hati, berprinsip, integritas, kasih sayang, rajin, komitmen, percaya diri, kesabaran, dan masih banyak lagi.

Nilai-nilai positif yang tertanam kuat dalam diri kita penting untuk dipupuk karena keputusan-keputusan yang diambil oleh seseorang  akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh orang tersebut. Dengan nilai-nilai yang dimiliki seorang guru hendaknya menjadi rujukan atau teladan baik bagi murid maupun seluruh warga sekolah.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, tidak jarang seorang guru berada dalam posisi yang menuntutnya untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang secara logika dan rasa keduanya benar, berada pada situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang tepat. Maka di sinilah nilai-nilai yang akan membimbing dan mendorong kita untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana. Dalam pengambilan keputusan yang terbaik bagi kepentingan murid, seorang guru akan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama.

  1. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Coaching merupakan ketrampilan yang sangat penting dalam menggali suatu permasalahan yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri sendiri maupun masalah yang dimiliki orang lain. Pada konteks pembelajaran yang berpihak pada murid, coaching menjadi salah satu proses 'menuntun' kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran di sekolah. 

Coaching menjadi proses yang sangat penting dilakukan di sekolah, karena guru dalam hal ini sebagai coach akan menggali potensi yang dimiliki oleh muridnya dengan memberi pertanyaan pemantik sehingga murid dapat menemukan potensi yang terpendam dalam dirinya untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya tanpa paksaan dan campur tangan orang lain, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dengan resiko yang paling kecil. 

Guru sebagai pendidik dan pemimimpin pembelajaran sudah sepatutnya meluangkan waktunya untuk menjalankan proses coaching demi terciptanya iklim pendidikan yang berpihak pada murid.

  1. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas sudah seharusnya  bisa mengetahui dan memahami kondisi sosial dan emosional dari muridnya. Selain itu untuk dapat membentuk dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, seorang murid harus mampu menyelesaikan permasalahannya dalam belajar sehingga tidak menjadi dilema bagi mereka untuk sekarang maupun yang akan datang. Guru juga penting untuk  memahami aspek sosial dan emosionalnya agar mereka mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran baik di kelas maupun di lingkungan sekolah.   

  1. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Ketika seorang guru dihadapkan pada kasus yang berkaitan dengan dilema etika maupun bujukan moral maka diperlukan ketrampilan berhubungan sosial untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Dalam hal ini ketika saya dihadapkan dengan suatu kasus dilema etika, maka saya akan melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan berusaha menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradigma dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan, di mana dasar dari keseluruhannya adalah nilai-nilai yang saya miliki.

Nilai-nilai dalam diri seorang guru akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar, dapat dipertanggung jawabkan, dan dilakukan demi kebaikan orang banyak. Sebaliknya  jika seorang guru belum memiliki nilai-nilai yang positif atau sudah kehilangan idealismenya sebagai seorang guru maka keputusan yang diambil akan cenderung digunakan untuk mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

  1. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali terelebih dahulu kasus yang terjadi apakah kasus atau permasalahan tersebut termasuk dilema etika atau bujukan moral.

Kemudian pengambilan keputusan ini dapat dilakukan dengan  mempertimbangkan empat paradigma dilema etika. Kita harus melihat terlebih dahulu paradigma dilema etika apa yang sedang terjadi? Apakah paradigma dilema etika individu melawan masyarakat, rasa keadilan melawan rasa kasihan, kebenaran melawan kesetiaan, atau jangka pendek melawan jangka Panjang. 

Selanjutnya Pengambilan keputusan yang tepat dilakukan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dapat dipastikan bahwa jika pengambilan keputusan dilakukan secara akurat melalui proses analisis kasus yang cermat dan sesuai dengan 9 langkah tersebut, maka keputusan tersebut diyakini akan mampu mengakomodasi semua kepentingan dari pihak-pihak yang terlibat , maka hal tersebut akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

  1. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Sebagai seorang guru tentunya pernah mengalami berbagai permasalahan dari waktu ke waktu yang menuntut dilakukannya pengambilan sebuah keputusan. Permasalahan dan situasi yang dihadapi perlu untuk dicermati dan dianalisis dengan seksama agar kita tidak terjebak pada pengambilan suatu keputusan yang salah karena kurang mampu dalam menelaah situasi yang dihadapi secara jelas apakah termasuk dilema etika ataukah bujukan moral.

Ketika dihadapkan dengan situasi dilema etika tentu adakalanya kita mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan pengambilan keputusan tersebut. Kesulitan muncul bisa disebabkan karena berbagai faktor misalnya, karena masalah perubahan paradigma dan budaya sekolah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun, masih minimnya pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki dalam menyelesaikan situasi permasalahan yang dihadapi, kekhawatiran apakah keputusan yang diambil merupakan keputusan yang tepat dan dapat mengakomodir kepentingan orang banyak serta tidak mencederai pihak lainnya, dan adanya perbedaan mindset dan sudut pandang yang menyebabkan sulitnya menemukan solusi atau kesepakatan yang dapat diterima oleh setiap pihak yang terlibat.

  1. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Pengambilan keputusan yang dilakukan tentu akan mempengaruhi pola pengajaran yang kita lakukan terhadap murid. Pada konteks merdeka belajar, proses pembelajaran yang dilakukan adalah yang berpihak pada murid. Karena itu keputusan yang diambil sebagai bentuk proses dalam menuntun murid untuk merdeka, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alam, zaman dan potensi yang dimilikinya. Hendaknya guru memberikan ruang bagi murid dalam proses pengajaran untuk merdeka mengemukakan pendapat dan mengekspresikan bakat dan potensi yang dimiliknya. Dengan demikian murid-murid dapat belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan pilihannya sendiri tanpa paksaan dan campur tangan orang lain, karena pada dasarnya tujuan pembelajaran adalah dapat memberikan keselamatan dan kebahagian pada murid.

  1. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?                                              Dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, kita harus benar- benar memperhatikan kebutuhan belajar murid. Dengan keputusan yang kita ambil sudah mempertimbangkan kebutuhan murid maka murid dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya dan kita sebagai pemimpin pembelajaran dapat memberikan pembelajaran yang sesuai denga kebutuhan belajarnya dan menuntun murid dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga dengan memperhatikan semua itu dalam mengambil keputusan maka keputusan kita dapat berpengaruh terhadap keberhasilan dari murid di masa depannya nanti. 
  1. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pembelajaran dan pengalaman yang saya peroleh dari mempelajari modul 3.1 terkait Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran adalah bahwa seorang pendidik merupakan pilar utama dalam dunia pendidikan yang berinteraksi langsung dengan murid sehingga sering dihadapkan oleh situasi dan problematika yang mengharuskan dilakukannya mengambil keputusan. Tentunya harapan dari pengambilan keputusan yang dilakukan ini bukanlah suatu keputusan gegabah dan terburu-buru, yang kemudian tidak mempertimbangkan konsekuensi dan situasi tak terduga lainnya di masa depan serta mencederai pihak lainnya. Pengambilan keputusan yang dilakukan merupakan rangkaian proses yang harus dilakukan dengan penuh cermat dan  kehati-hatian dalam menentukan sikap dan langkah dari berbagai kemungkinan situasi yang ada.

Adapun dengan modul-modul sebelumnya, pembelajaran pada modul ini merupakan suatu yang saling berkaitan. Sebagaimana dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan bertujuan menuntun segala proses dan kodrat/potensi anak untuk mencapai sebuah keselamatan dalam kebahagiaan yang setinggi-tinginya, baik untuk dirinya sendiri, sekolah, maupun masyarakat. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru harus mampu melihat dan memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelola kompetensi sosial dan emosional yang dimiliki dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Selain itu, coaching juga menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam menuntun murid untuk memaksimalkan segala potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Proses coaching ini dilakukan dengan menjalin dan membangun hubungan kolaborasi dengan menggunakan komunikasi asertif serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan reflektif yang menstimulus murid dalam mengeksplorasi potensi yang dimiliki untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Coaching sendiri tidak hanya dilakukan pada murid, tetapi dapat juga diterapkan untuk membantu rekan guru, atau seluruh warga sekolah untuk menciptakan kondisi yang aman, nyaman dan membangun kebiasaan/budaya positif sekolah.

Akhirnya peranan pengambilan keputusan yang tepat dan efektif oleh guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran sangatlah penting. Keputusan yang selalu berpihak pada murid sejalan dengan nilai-nilai kebajikan dan dapat dipertanggungj awabkan di dunia dan akhirat akan dapat melahirkan generasi emas Indonesia yang memiliki profil pelajar Pancasila.

MPLS SDN Sekardangan

          MPLS adalah singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah . Kegiatan ini merupakan program orientasi bagi murid baru yang diad...